Welcom To My Blog

Kata Q :

Foto saya
Ku hanya seorang manuisa yang mempunyai banyak kelemahan dan kekurangan. Tak berdaya selain Kuasa dari-NYA. Ku yang terlahir dengan keadaan yang penuh kederhanaan tanpa ada kemewahan,namun kusyukuri karena ku terlahir ditengah2 keluarga yg penuh kasih sayang dan kehangatan dan disiku penuh dengan org2 yang menyayangiku. ku petik kata "tak kenal maka tak sayang"... ^_^

Sabtu, 31 Juli 2010


Bila malam itu  bisa berbicara, maka ia akan berbicara dan menemani hatiku yang telah tertimapa luka. Harapan yang tak pernah usai, dan kapan semuanya akan berakhir. Berkecamuk selalu dalam rasa gunah yang menyiksa. Ada sesuatu yang selalu jadi pertanyaan bila kekecewaaan tu datang. 

Malam ini suasananya sugguh mendukung untuk ku menangis dan terhanyut dalam sebuah perseteruan dalam hatiku. Dinding-dinding kamarku diam membisu saat ku bercita pada satu buku yang setia temani malam-malamku. 

Ku mulai menarikan jemari-jemariku, walau hatiku sedih walau air mataku jatuh dari telaga kedua bola mataku. Walau tak kuasa rasakan kehancurannya, tapi mengapa semua ini terasa tersiksa?? 
Tanpa daya aku hanya terpaku membisu pada nanar mata yang membasah, sambil ku pegang handphone yang selalu ada tanda bunyi sms yang datang. Bunyi-bunyi itu yang mendatangkan sbercik luka yang dimulai. 
Sungguh tak bisa ku bayangkan ketika semua huruf-huruf tu telah membuat kata-kata yang begitu dalam, sampai-sampai aku hanya bisa terdiam. Dan mulailah puncak gemuruhan dalam hatiku bercampur dan meradu tak tau seperti apa. Kalu lah bisa ku lihat mungin dia hancur berkeping-keping. 

 Begitulah untaian-untaian kata Dzaira meluapkan hatinya yang gundah gulana kepada seseorang yang telah membuatnya luka karena kekecewaan yang belum bisa ia terima karena sebuah pengungkapan yang menyayat hatinya.
Dari sebuah uangkapan-ungkaoan lewat message di phonselnya.

Di mulai dari sms pertamanya;
"Nt mlm dek jd nelpon aa? hehe

dan ku balas dengan kata-kata seperti ini 
"kpn D blg mo tlpn aa?" 
Knp aa kgn y ma D? ayo ngaku?? :D

Tak selang berapa menit ia pun membalasnya
"hahahaa, td a bc haqti dek lg kangen berat gt ma aa. wkwkwkwk


Begitu seterusnya kami canda-canda Dzaira dengan seorang ikhwan yang bernama Farid, sampai memuncak pada pertanyan-pertanyaan tentang hati kedua insan itu, 

wait for next story

Jumat, 25 Juni 2010

Apa Ci UKURAN Wanita Solehah????




Wanita Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri. Mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan.
Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim). Dalam Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Allah Swt. memberikan gambaran wanita shalihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia selalu taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran. Wanita shalihah sangat memperhatikan kualitas kata-katanya.

Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah). Wanita shalihah itu murah senyum. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun, senyumnya tetap proporsional.
Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain. Wanita shalihah juga pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu, ilmunya akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik dan akan berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain. Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah.

Ia sadar bahwa semakin kurang iman seseorang, makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, makin buruk kualitas akhlaknya. Pada prinsipnya, wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari aneka aksesoris yang ia gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang bernilai. Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri. Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah bagian dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia “polos” tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan menyejukkan hati orang-orang di sekitarnya. Jika ingin menjadi wanita shalihah, maka belajarlah dari lingkungan sekitar dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka.

 

Bahkan kita bisa mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. seperti Aisyah. Ia terkenal dengan kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau bisa dijadikan gudang ilmu bagi suami dan anak-anak. Contoh pula Siti Khadijah, figur istri shalihah penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang di jalan Allah Swt. Beliau berkorban harta, kedudukan, dan dirinya demi membela perjuangan Rasulullah. Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah, hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh Rasulullah walau Khadijah sendiri sudah meninggal. Bisa jadi wanita shalihah muncul dari sebab keturunan. Seorang pelajar yang baik akhlak dan tutur katanya, bisa jadi gambaran seorang ibu yang mendidiknya menjadi manusia berakhlak.

Sulit membayangkan, seorang wanita shalihah ujug-ujug muncul tanpa didahului sebuah proses. Di sini, faktor keturunan memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan, keteladanan, dan lain-lain. Apa yang tampak, bisa menjadi gambaran bagi sesuatu yang tersembunyi. Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bisa shalihah. Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah.

Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri. Tidak akan rugi jika seorang remaja putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah kualitas ilmu, amal, dan ibadah kita. Ada sebuah ungkapan mengatakan, “Jika kita ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman di sekelilingnya.” Peran wanita shalihah sangat besar dalam keluarga, bahkan negara.

Kita pernah mendengar bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada seorang wanita yang sangat hebat. Jika wanita shalihah ada di belakang para lelaki di dunia ini, maka berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini, wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung dari belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Wanita adalah tiang Negara. Bayangkanlah, jika tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah.Tidak akan ada lagi yang tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa. Kita tinggal memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang rapuh? Jika ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus berusaha menjadi wanita shalihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah. Dengan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta memelihara farji-nya, maka pesona wanita shalihah akan melekat pada diri kaum wanita kita.

Rabu, 10 Maret 2010

Pemberian Untuk Ibunda

Hemmmm.... dinginya malam ini, dan terasa sunyi sekali yang terdengar hanya suara-suara kendaraan yang berlalu lalang, dan bertemankan suara-suara nyanyian yang berasal dari mp3 di monitorku. Lagu demi lagu telah menghibur suasana malam ini, ya cukup lumayan walau terkadang ada yang sedikit menyentuh hati, hehehe.... senyumku sambil berfikir.

Senin, 08 Maret 2010

Mengkeritik Tapi Jadi Keritikan???

Orang yang kokoh dan kuat itu bukan orang yang sibuk memberikan alasan ketika dia dikritik, karena jika tidak hati-hati alasan itu justru memperjelas kesalahan. Dari pada kita sibuk menyerang orang lain dan membela diri, sebaik-baik jawaban atas kritik dan koreksi adalah dengan memperbaiki diri.Orang lain sibuk mencari kejelekan kita, tetapi kita justru sibuk memperbaiki kejelekan kita.


Kalau kita berubah,..... jangan pernah lupa untuk menyebut jasa orang yang pernah merubah kita sehingga kesuksesan ini harus jadi kebahagiaan dan kesuksesan bagi orang lain.
Yang paling penting dari suatu nasehat, kritik dan koreksi itu adalah niat yang mendasarinya. Kalau didasari niat ingin menjatuhkan ,koreksi itu hanya akan menjadi pisau atau panah beracun.Harusnya nasehat kita itu dilandasi dengan rasa kasih sayang dan persaudaraan.
ada suatu tradisi yang sangat ringan tetapi bisa mencairkan kebekuan dan menghangatkan suasana yaitu tradisi senang menyapa. Aneh sekali, kadang-kadang kita membiarkan hidup dalam penjara kekakuan ,itu terlihat ketika kita tidak menyapa kiri dan kanan kita, tetapi.... Subhanalloh, ketika sudah disapa tiba-tiba benteng itu seakan-akan rubuh. Bergaul menjadi nyaman,bersikap menjadi enak, saling tolong menolong menjadi mudah
Kenapa orang tersinggung? orang tersinggung karena menilai dirinya lebih dari kenyataan , merasa pintar, merasa berjasa, merasa soleh, merasa tampan, merasa sukses, setiap kali kita terus menilai diri kita lebih dari kenyataan bila ada yang menilai kurang sedikit saja ,……..langsung akan tersinggung. Jadi memang ada sesuatu yang harus kita perbaiki yaitu proporsional menilai diri , kita biasanya membuka peluang tersinggung karena kita salah dalam menilai diri kita.

Jangan Pernah Berputus Asa Wahi...SahabatQ

Sekelumit untaian kata-kata merangkai dalam hati, menghujam naluri perasaan yang sempat terdiam oleh liukan-liukan kemelut jiwa yang tak menentu. 

      Hemmmm..... hela nafasku pun ku hembuskan, perlahan tapi pasti dan semoga membuat hatiku merasa lega. Setipa ku alami hal itu ku selalu bedo'a dan bergumam dalam hati, 'semoga ini semua baik-baik saja'. Amin
Suatu hal yang ku takuti adalah menyakiti  perasaan dan naluri hati setap insan, ku tak ingin memberi harapan semu dan ku pun tak ingin atas semua ini menjadikanku jauh akan arti persahabatan, hanya ku pinta semoga semuanya kau mengerti akan keadaan dan pitaku "jangan pernah merasa PUTUS ASA atau pun berbuat suatu hal yang membuat jiwamu dan ragamu bertambah terluka".... T_T 


sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
Jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam


Selama hidup masih bisa tuk tersenyum.... tak pernah ku berputus asa untuk melewati semuanya...waktu kan selalu berputar melewati setiap angka-angka yang telah ditentukan.. Hati dan jiwa membutuhkan untuk merasa bahagia dan tenang.... disinilah kita harus bisa memenej semua.... lewatilah hari-hari dan setiap waktu dengan senyuman dan ras syukur kepada SANG PENGUASA HATI... ^_^ Seyuman kan membuat hati merasa tenang, rasya syukur kan menambah kenikmatan arti sebuah kehidupan yang setiap jarum detik yang berputar ... semua kan menjadi sebuah pelajaran untuk menyongsong impian yang diharapkan .... INGATLAH Ridho-NYA selalu mengalir untuk hamba yang selalu bersyukur.....
"Kesulitan adalah selimut dari kebahgian yang kan diraih".... 





Jangan Kau Tangisi Apa Yang Bukan Milik Mu



Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali.

Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria.Pffhh.sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.



Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu Rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS Al-Hadid ;22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh.Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita,bukanya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah. harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan pakasa.Dan akhirnya kalaupun Allah memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkanya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah :

".. Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian.Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!

Minggu, 07 Maret 2010

Rasa Ini

Aku tak mungkin bisa menyalahkan rasa ini...... aku tak mungkin memaksa untuk hilangnya rasa ini... akupun takan pernah bisa merlarang jika rasa mu pun hadir....dan aku hanya bisa berharap semua ini bukanlah rasa yang hanya sesaat saja...... 
Tak pernah ada yg menyiksa hatimu, dan tak ada yg memaksa untukmu menanti.... 

Namun bila penatian itu memang baik untuk ku maka berikanlah aku sedikit harapan untuk menata hatiku kemabali. Karnea telah lama tak kurasakan rasa ini, berharap semuanya berjalan dengan baik, berharap rasa ini pun kau mengerti, dan menanti mungkin tak akan salah untuk pemilik hati ini. Namun bila penantian ini tak beruujung seperti yang aku  harapkan pada mu, bagiku tak mengapa, mungkin aku belum Engaku perkenankan untuk memililki dirinya dalam hidup ini.  

Ku hanya bisa berdo'a untuk rasa ini kepada sang Ilahi robbi yang Maha Mengetahui dan Maha Membolak-balikan hati hamba-Nya, semoga semua ini bisa menjadi arti yang sesungguhnya dalam perjalanan diri untuk menata hati.......





"Ya Robb... tunjukan-lah hamba untuk perasaan yang ada dalam hati ini, sesungguhnya Engkau-Lah Maha Tau akan setiap pemilik hati kecil hambaMU ini, jangan biarkan hamba terjatuh dalam jurang cinta yang semu & yang bisa menghilangkan kasihMU kepada hamba... Ya...Robb hanya Engkau-Lah tempat hamba meminta petunjuk & berserah akan hati pemilikMU ini, hati kecil yang tak bisa berdusta & menutupi semua kunci dalam arti kejujuran yang sesungguhnya... Tak pernah hamba rasakan rasa pada hati hamba ini sebelumnya... setelah sekian lama hamba rasakan kehampaan pada relung hati hamba, kini Engkau t'lah berikan sedikit ruang dan celah untuk hamba merasakan hati yg begitu penuh kasihMU, penuh rasa harap & cinta kepada makhluk ciptaanMU. Insan yg Engkau berikan untuk hadir & masuk dalam relung Pemilik Hati ini,.... Namun bila jika Pemilik Hati ini belum Engkau perkenankan untuk mendapatkan rasa kasih ini dan rasa Cinta ini, semoga Engkau tak menjauhkan rasa kasihMU kepada pemilik Hati ini..."